News Update

Avanza Ga bisa Nanjak, dan Terjun Ke Jurang. Begini Cara Hindarinya

Satu unit Toyota Avanza penggerak roda belakang (RWD) terperosok ke jurang sedalam enam meter pada Minggu (1/1) di kawasan Tamansari, Bogor, Jawa Barat. Kejadian tersebut diduga karena mobil kelebihan muatan sehingga tak kuat nanjak.
Menurut Kapolsek Tamansari Polres Bogor, Iptu Agus Hidayat, kendaraan roda empat yang terperosok itu membawa 10 orang, sedangkan kapasitas low MPV ini seharusnya hanya memuat 7 orang.

Mobil nahas itu diduga Avanza generasi lawas yang masih menggunakan platform lama dengan penggerak roda belakang.

Di luar kasus tersebut, melahap jalan menanjak perlu keahlian yang mumpuni terlebih situasi lalu lintas sedang macet atau stop and go. Jangan sampai mobil malah loyo di tanjakan sehingga membahayakan diri sendiri dan penumpang.

Berikut ini tips buat menghadapi tanjakan bakal mobil manual dan otomatis.

Mobil matic
Pada mobil matic caranya maju saat tanjakan lebih mudah sebab tak perlu repot mengatur pedal kopling.

Meski begitu tetap ada hal yang perlu dipahami pengemudi, terutama soal memposisikan transmisi. Perlu dipahami umumnya tuas transmisi matic punya sejumlah kode seperti P, R, N, D, 2, dan L. Masing-masing punya fungsi berbeda jika tuas transmisi diposisikan.

Sedangkan saat menanjak, sebaiknya posisikan tuas berada pada posisi L yang artinya transmisi hanya akan tertahan pada gigi 1. Ini sangat berguna terutama saat sedang berada pada tanjakan terjal dan posisi stop and go, serta beranjak dari posisi diam.

Tapi jika kemiringan tanjakan tak terlalu terjal, menggunakan transmisi D sudah cukup.

Pengemudi mobil matic tetap disarankan menggunakan rem tangan untuk menahan mobil agar tak mundur ke belakang ketika posisi diam.

Tidak dianjurkan hanya mengandalkan tenaga mesin idle dengan memposisikan transmisi ke D untuk menahan mobil saat tanjakan. Tenaga mesin memang dapat menahan bobot kendaraan ketika tuas transmisi pada posisi D, namun jika tanjakan terjal, ada kemungkinan mobil tetap mundur karena gravitasi.

Pemahaman mobil matic tidak akan mundur di tanjakan dalam posisi transmisi D adalah salah.

“Kalau di posisi tanjakan, selain daya [berat] mobil itu ada juga daya sudut. Artinya kemiringan mobil itu membuat daya ke belakang lebih besar, ketika daya majunya lebih sedikit, mobil akan ke belakang bukan maju,” kata Bambang Supriyadi, Technical Service Division Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor.

Mobil manual
Jika mobil yang dikendarai manual, ada cara tepat memudahkan melahap tanjakan usai berhenti total. Hal pertama yang harus dilakukan aktifkan rem parkir atau rem tangan.

Saat ingin maju, posisikan kaki kiri di pedal kopling dengan menginjaknya penuh, lalu geser tuas transmisi ke gigi satu. Kemudian posisikan kaki kanan siap-siap pada pedal gas, sementara tangan kiri bersiap melepas rem tangan.

Setelah kaki dan tangan siap di posisi, tekan tombol di rem tangan untuk melepaskan kunci pengait tuas. Saat itu dilakukan tahan tuas rem tangan jangan sampai terlepas tiba-tiba atau mobil bisa mundur.

Setelah itu pengemudi mesti melakukan tiga hal bersamaan, yaitu perlahan menurunkan tuas rem tangan, kaki kanan mulai menginjak pedal gas, dan perlahan mengangkat pedal kopling. Hal ini butuh latihan sampai ketiga aktivitas itu harmonis.

Perlu diketahui pada beberapa mobil modern sudah dibekali rem tangan elektrik, namun pengoperasian saat tanjakan tidak jauh berbeda.

Seberapa jauh pedal gas perlu diinjak tergantung tingkat kecuraman jalan, semakin curam maka mesin butuh perintah gas lebih besar alias putaran mesin tinggi.

Seberapa jauh pedal kopling diangkat itu juga menyesuaikan bukaan pedal gas. Jika terlalu cepat mobil bisa loncat, apabila terlalu lambat mesin bisa mati.

Pengemudi juga disarankan tidak sering melakukan ‘setengah kopling’ sebab bisa mempengaruhi usia komponen, namun dalam kondisi tertentu hal itu bisa saja dilakukan terus-terusan untuk keselamatan berkendara.

Cara lain melaju di tanjakan setelah berhenti total yaitu hanya mengandalkan pedal rem, tanpa rem tangan. Cara ini biasanya bisa dilakukan pengemudi yang sudah mahir sebab teknik ini cukup sulit.

Saat ingin maju menggunakan teknik ini pastikan kaki kanan tetap menginjak pedal rem, lantas posisikan kaki kiri menginjak kopling secara penuh. Setelah kedua kaki siap, geser tuas transmisi ke gigi satu.

Setelah itu geser kaki kanan dengan cepat ke pedal gas sambil menekannya perlahan ke setidaknya 2.000 rpm. Perlu dipahami saat itu dilakukan berarti pedal rem dilepas dan ada risiko mobil mundur.

Sebab itu kaki kiri perlu dengan cepat pula mengangkat pedal kopling hingga mobil maju.

Anda juga disarankan memberi jarak dengan kendaraan lain di depan saat antre di tanjakan. Hal ini untuk mengantisipasi risiko kendaraan di depan mundur lantaran gagal mulus menanjak.

Hal penting lain berkaca pada kasus Avanza tersebut yakni tidak membawa muatan dengan kapasitas berlebihan yang ujungnya akan membahayakan keselamatan Anda.

Membawa muatan berlebih berarti Anda memaksa mobil bekerja ekstra di luar kemampuan yang sudah ditentukan oleh produsen.

Write your comment Here